Langsung ke konten utama

Untuk Hatimu

 Hai. 

Jawab dong. 

Hai. 

Nah, gitu dong. Jawab di dalam hati. Karena memang itu tujuan tulisan ini dibuat.  

Semoga apa yang ditulis dengan hati akan dibaca dengan hati. Semoga apa yang dikirim dengan hati akan sampai pada hati. 

Apa kabar hatimu? Semoga tak pernah terluka. Semoga tak pernah kecewa. 



Kau tahu, ya kau jelas tahu, ketika kita merindukan seseorang, maka satu hari layaknya satu tahun. Sudah berapa lama kita tidak bertemu? Ah, kurasa belum lama. Bukankah terakhir kita bertemu tadi malam? Oh iya, itu sih dalam mimpi tidurku. 

Aku tidak tahu kenapa setiap orang yang kutemui seperti menjelma dirimu. Aku tidak tahu kenapa aku bisa menemukanmu di mana-mana sementara aku tidak bisa menemukan diriku sendiri di depan cermin. Aku tidak tahu apakah bahkan diriku sendiri juga telah menjelma menjadi kamu. Sehingga ketika aku becermin dan mencoba tersenyum, aku melihat senyummu. Mungkin karena aku merindukanmu setiap detik yang berlalu. 

Kau tahu, aku bisa mengatakan bahwa aku merindukanmu, tapi aku tidak ingin melakukannya. Aku pikir sebuah perasaan itu akan habis pada saatnya. Entah habis karena kita yang menumpahkannya secara kasar, atau habis direnggut kematian. Aku memilih yang kedua. 

Aku takut bila aku terlalu menumpahkan apa yang aku rasakan, kamu risih, atau hatiku mati. Karena tidak ada lagi yang tersisa di dalam hati dan memberikan kehidupan di dalamnya. 

Bagaimana kabar hatimu hari ini? Sudahkah ia diberi nutrisi yang cukup?  

Oh iya, aku mau memberitahumu bahwa kamu masuk ke dalam cerita cinta segi empat. Kau tidak merasakannya kan? 

Kau tahu, ada Dzat yang tak pernah meninggalkan kita, yang mencintai kita dengan selalu memberi kita kehidupan tak peduli seberapa banyak kita mengecewakanNya. 

Kau tahu, ada seorang manusia yang bahkan sudah mencintai kita jauh berabad-abad sebelum kita dilahirkan. Katanya, keluarganya adalah mereka yang mengikuti ajarannya meskipun belum pernah bertemu dengannya. Bahkan di hari kematiannya, yang ia pikirkan hanya kita. Umatnya. 

Kau tahu, bahkan di akhirat nanti, ia yang akan susah payah memohon padaNya untuk menolong kita. Seorang yang sudah bisa menikmati surga firdaus, ia malah memikirkan nasib kita. Ketika kita sudah tidak saling mencari dan hanya memikirkan nasib kita masing-masing, ia yang akan mencari kita dan memberikan air dari telaga al-kautsar. Bila ternyata ia belum menemukan kita, karena kita sedang dihisab di neraka, ia akan memohon padaNya untuk memberikan syafaat pada umatnya yg meskipun hanya memiliki iman sebesar biji dzarrah. 

Bagaimana perasaanmu ketika kita tidak bisa membalas cinta seseorang sebanyak ia mencintai kita? Menyedihkan bukan? Ya itu yang aku rasakan. Ada yang sangat amat mencintaiku, tetapi naluriku terkadang melupakan itu. Naluriku terkadang bergerak mendominasi sehingga dalam pikiranku hanya senyummu yang bisa kubayangkan. Ah, adakah aku termasuk seorang yang memiliki iman sebesar biji dzarrah jika pikiranku masih sering mengingat manusia biasa sepertimu?  

Kau tahu, ini kisah cinta dramatik yang pernah kurasakan. Cinta segi empat. Aku tidak tahu apakah ini cinta atau hanya ujian semata dari yang maha pemberi cinta itu. Yang jelas, aku harus selalu merayu hati agar tidak menumpahkan rindu secara kasar kepadamu. Agar aku terbiasa menyimpannya dalam hati. Agar aku terbiasa merayu diri dan mengendalikan hati. Agar hingga ajalku, aku tidak menempatkan seorang manusia sebagai tuhanku atau mengesampingkan Tuhanku daripada seorang makhluk.  


Doakan aku, agar aku selalu bisa melakukannya, dan semoga kamu juga. 

Meskipun aku masih bertanya-tanya bagaimana cara bersembunyi darimu.  Sehingga ketika aku menyerah karena sulit sekali melakukannya, aku hanya bisa mendoakan kebaikanmu, kebahagiaanmu, dan keselamatanmu di dunia dan akhirat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fructus [buah]

Salam sehat :D udah lama ya ga ngeblog. sekalinya ngeblog pengen banget nulisin lagi apa yang tadi saya praktekan di sekolah. pelajaran praktek farmakognosi. tentang simplisia dr fructus atau yang bisa kita sebut, buah. untuk pengertian simplisia sendiri bisa dicari di google, wikipidea, atau tanyakan di kolom komentar jika anda benar2 kepo. yah, walau ilmu saya tidak seberapa, tapi saya berharap dengan sedikit ilmu yg saya punya ini dapat bermanfaat bagi yg membacanya. dan saya menulis ini juga sambil mengingat kembali agar tdk menjadi memori jangka pendek. oke, kita langsung saja.

Belajar Menyederhanakan Perasaan

Aku ingin jemariku bergerak sendiri untuk menuliskan sesuatu yang bisa mewakilkan perasaanku sendiri. Sayangnya, perasaanku tak bisa terwakilkan oleh apapun. Bagaimana bisa perasaanku diwakilkan, kalau wujudnya saja tak pernah ada. Aku ingin selalu bisa berkenalan dengannya. Dengan perasaan-perasaanku yang katanya juga ingin didengar. Perasaan sedih yang ingin dimanja dengan air mata. Perasaan senang yang ingin dibayar dengan tawa. Perasaan kecewa yang ingin diluapkan dengan amarah.