Langsung ke konten utama

Aku



Terkadang aku merenungi
Pijakanku di dunia fana ini
Menghadapi cobaan yang harus ku jalani
Terus berlari dan tak terhenti

Terkadang aku mengagumi
Kebesaran tuhan yang tak terpungkiri
Melalui hari demi hari
Dengan perlindungan-Nya yang selalu memberkati

Terkadang aku menyesali
Hidupku yang penuh derita ini
Menanggung beban seorang diri
Demi sebuah naluri

Ketika Papa meninggalkan bumi
Rasanya aku ingin mengakhiri
Kehidupanku yang tak pernah berbagi
Hidupku yang selalu menggores hati

Ketika aku baru menyadari
Kenikmatan juga menghampiri
Aku bangun dan bangkit kembali
Dan ku berlari tuk menggapai mimpi
Yakin keajaiban pasti terjadi

Semua kupasrahkan pada illahi
Akan cita-cita yang selalu kun anti
Dan kini..
Aku kan tersenyum tuk menyambut datangnya pagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fructus [buah]

Salam sehat :D udah lama ya ga ngeblog. sekalinya ngeblog pengen banget nulisin lagi apa yang tadi saya praktekan di sekolah. pelajaran praktek farmakognosi. tentang simplisia dr fructus atau yang bisa kita sebut, buah. untuk pengertian simplisia sendiri bisa dicari di google, wikipidea, atau tanyakan di kolom komentar jika anda benar2 kepo. yah, walau ilmu saya tidak seberapa, tapi saya berharap dengan sedikit ilmu yg saya punya ini dapat bermanfaat bagi yg membacanya. dan saya menulis ini juga sambil mengingat kembali agar tdk menjadi memori jangka pendek. oke, kita langsung saja.

Belajar Menyederhanakan Perasaan

Aku ingin jemariku bergerak sendiri untuk menuliskan sesuatu yang bisa mewakilkan perasaanku sendiri. Sayangnya, perasaanku tak bisa terwakilkan oleh apapun. Bagaimana bisa perasaanku diwakilkan, kalau wujudnya saja tak pernah ada. Aku ingin selalu bisa berkenalan dengannya. Dengan perasaan-perasaanku yang katanya juga ingin didengar. Perasaan sedih yang ingin dimanja dengan air mata. Perasaan senang yang ingin dibayar dengan tawa. Perasaan kecewa yang ingin diluapkan dengan amarah.

Untuk Hatimu

  Hai.  Jawab dong.  Hai.  Nah, gitu dong. Jawab di dalam hati. Karena memang itu tujuan tulisan ini dibuat.   Semoga apa yang ditulis dengan hati akan dibaca dengan hati. Semoga apa yang dikirim dengan hati akan sampai pada hati.  Apa kabar hatimu? Semoga tak pernah terluka. Semoga tak pernah kecewa.