Langsung ke konten utama

Best Moment


Galau! 1 kata, namun memiliki pengaruh yang sangat besar dalam hidupku sekarang ini. Mungkin kalau kalian tau alasannya, yaa kalian pasti bilang aku ini bodoh. Kenyataannya, aku kehilangan buku tulis dengan jumlah kertas sangat sedikit, dan kualitas buruk. Buku ini memang terbilang sangat murah. Tapi isinya sangat mahaaaall. Buku itu berisi tentang semua curahan hatiku dari dulu hingga akhir-akhir aku menulis cerita di buku tersebut. Dari kisah sedih sampai bahagia tertulis di buku itu.
Hm.. entah apalagi yang harus aku lontarkan selain kekecewaanku ini. Buku ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa itu adalah buku rahasia. Karena aku yakin setiap orang melihat buku itu, pasti dia mengira itu hanya buku murahan yang tercantum pelajaran di dalamnya. Dan itu sama sekali tidak penting. Mereka pasti tidak tertarik untuk membaca isi dari buku itu. Tapi nyatanya kini? Buku itu hilang entah kemana! Aku lebih memilih buku itu benar-benar hilang dan tidak ada satu orangpun yang menemukannya. Karena kalau buku itu ditemukan oleh salah satu temanku, itu bisa bahaya banget!
            Teman, padahal tadinya aku hendak menulis ceritaku tentang semua pengorbananku selama ini berdasarkan konsep-konsep yang sudah aku buat pada buku itu. Hufff, sudahlah tak perlu disesali. Kali ini aku akan berbagi sedikit saja tentang apa saja yang tertera pada buku berharga itu. Aku ingat betul, moment terindah sepanjang tahun 2011, kutuliskan pada lembar buku itu.
            Aku memiliki sahabat maya, dia berinisial R namun biasa dipanggil A. kami bersahabat pada tanggal 11 November 2010. Aku ingat betul tanggal itu, karena dia sendiri yang memintaku untuk mengingat tanggal itu. Aneh sekali, jarang-jarang ada sebuah persahabatan seperti kami dengan adanya tanggal / hari jadi. Rasa-rasanya seperti sesuatu yang spesial kan? Tapi tak apalah, dia memang seseorang yang sangat spesial di hidupku. Aku sebenarnya sudah memendam perasaan sejak aku pertama masuk ke sekolahku. Aku sama sekali tidak ada niat untuk bersahabat dengannya. Tapi ini semua kehendak Tuhan, dan keputusan dia. Dia lebih memilih aku untuk dijadikan sahabatnya. Dulu aku sangat senang, karena mungkin ini tahap kemajuan. Tapi semakin kesini, ketika kami menjalin persahabatan. Banyak sekali pengorbanan yang ku lakukan demi dia, seperti halnya aku mengorbankan seseorang yang sangat dekat denganku untuk aku comblangin ke dia. Hm, tapi aku rela kok, demi kebahagiaan dia aku sanggup.
            Teman, apa kalian tau? Persahabatan kami juga bukan seperti persahabatan pada umumnya yang selalu pergi bersama, bercerita suka duka canda tawa. Memang sih kami sering berbagi cerita, tapi hanya melalui sms atau jejaring social facebook yang saat ini sedang marak-maraknya. Padahal teman, aku dengan dia kelasnya bersebelahan! Masa sih tak pernah menjalin persahabatan yang selayaknya? Mungkin karena kami memiliki sifat yang sama yaitu rasa malu. Rasa malu itu sulit sekali untuk dilawan kalau aku sebenarnya sangat ingin mengobrol dengannya atau bahkan hanya sekedar menyapanya sekali saja. Ketika kami saling berpapasan, kami hanya melontarkan sedikit senyuman satu sama lain.
            Suatu hari, aku membaca sebuah pepatah “kebahagiaan tidak akan datang jika bukan kita yang mengundangnya”. Aku terenyah dengan kata-kata itu. Pepatah itu menjelaskan bahwa kita harus melakukan sesuatu jika kita ingin mendapatkan kebahagiaan. Kau tau apa yang ada dalam pikiranku saat itu? Aku ingin sekali saja mencoba menyapa dirinya pertama kalinya dalam hidupku. Awalnya aku sangat gerogi. Dari kejauhan aku sudah ada niat untuk menyapa dan tersenyum kepadanya, atau kalau bisa aku membuat sebuah topik. Walau mungkin terbilang aku ini ‘gatau malu’. Tapi aku tak perduli dengan pemikiran seperti itu. Aku yang melakukan,aku yang merasakannya kan. Ketika aku berdiri tepat di sebelahnya, jarak kami sangaaat dekat. Tiba-tiba mulutku terkunci rapat-rapat. Sungguh aku sebal dengan moment-moment seperti ini, dimana aku sudah merencanakan bahwa aku akan menyapanya tapi pada kenyatannya mulutku malah tak dapat berkutik sedikit pun, dan alhasil aku tak jadi menyapanya L. Aku telah menyia-nyiakan kesempatan itu.
            Sejak saat itu, penyesalan terus saja menghampiri. Tapi ah sudahlah, buat apa juga aku sesali terus. Keesokan harinya, aku berjalan mengitari sekolahku seperti biasa. Aku memang suka berjalan-jalan keliling sekolah sewaktu jam istirahat. Tiba-tiba ketika aku melewati ruang osis, aku melihatnya! Dan spontanitas aku menyebut namanyaaa dan aku menyapanyaa! Seketika aku kaget dengan apa yang telah ku katakan tadi. Tapi ada perasaan bangga dalam lubuk hati ini. Aku telah melakukannya! Aku berani dan aku bisa! Mungkin dia juga sempat kaget dengan apa yang telah kulakukan tadi. Aku yang sama sekali tidak pernah menyebut nama dia di depannya, apalagi menyapanya. Dia membalas sapaanku dengan kata ‘hai juga’. Itu saja sudah membuatku sangat senang. Hatiku sangat legaaaa, karena sesuatu yang memang aku impikan sejak dulu kini sudah terjadi. Sejak saat itu aku pasrah untuk apa yang terjadi selanjutnya.
            Keesokan harinya, aku berjalan menuju toilet. Aku menemukannya lagi! Dia sedang bersama temannya. Kau tau apa yang dia lakukan ketika melihatku? Dia melambaikan tangannya dan tersenyum ke arahku!! Aaaaah speechless aku dibuatnyaaa. Senyumannya itu tidak seperti senyuman yang kemarin-kemarin. Ini sangat beda, dan tampak lebih manis dan indah sampai aku tak kuasa lagi menghadapi keindahan itu. Pokoknya aku pikir, itu adalah kejadiaan yang paling berkesan sepanjang tahun 2011.
            Yaaah padahal kalau saja buku tulis itu masih ada, aku bisa memberitahu kalian tanggal , hari , jam dan apapun yang lenbih rinci lagi tentang kejadian itu. Sayang sekali buku itu lenyap. Tapi tak apalah. Walaupun buku itu hilang, tapi ingatanku tak pernah hilang tentang kejadian itu. Aku selalu menyimpan kenangan itu, lambaian tanganmu yang pertama dalam hidupku. Aku berharap itu bukan lambaian yang terakhir, dan masih banyak lambaian bahkan sapaan kau terhadapku di hari esok. Aamiin. Terima kasih Tuhan J.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fructus [buah]

Salam sehat :D udah lama ya ga ngeblog. sekalinya ngeblog pengen banget nulisin lagi apa yang tadi saya praktekan di sekolah. pelajaran praktek farmakognosi. tentang simplisia dr fructus atau yang bisa kita sebut, buah. untuk pengertian simplisia sendiri bisa dicari di google, wikipidea, atau tanyakan di kolom komentar jika anda benar2 kepo. yah, walau ilmu saya tidak seberapa, tapi saya berharap dengan sedikit ilmu yg saya punya ini dapat bermanfaat bagi yg membacanya. dan saya menulis ini juga sambil mengingat kembali agar tdk menjadi memori jangka pendek. oke, kita langsung saja.

Belajar Menyederhanakan Perasaan

Aku ingin jemariku bergerak sendiri untuk menuliskan sesuatu yang bisa mewakilkan perasaanku sendiri. Sayangnya, perasaanku tak bisa terwakilkan oleh apapun. Bagaimana bisa perasaanku diwakilkan, kalau wujudnya saja tak pernah ada. Aku ingin selalu bisa berkenalan dengannya. Dengan perasaan-perasaanku yang katanya juga ingin didengar. Perasaan sedih yang ingin dimanja dengan air mata. Perasaan senang yang ingin dibayar dengan tawa. Perasaan kecewa yang ingin diluapkan dengan amarah.

Untuk Hatimu

  Hai.  Jawab dong.  Hai.  Nah, gitu dong. Jawab di dalam hati. Karena memang itu tujuan tulisan ini dibuat.   Semoga apa yang ditulis dengan hati akan dibaca dengan hati. Semoga apa yang dikirim dengan hati akan sampai pada hati.  Apa kabar hatimu? Semoga tak pernah terluka. Semoga tak pernah kecewa.