[Karya: Faridah Nur Azizah]
Setiap insan terlahir suci
Hidup adalah pena hitam
untuk merangkai kisah
Entah rangkaian apa yang kan terukir
Seorang bidadari atau seekor monster
Lihatlah, hidup kian maju
Apalah itu yang orang-orang bilang globalisasi
Teknologi ini-itu
semua orang sibuk sendiri
Bahkan seperti manusia tiada lebih berharga dibandingkan teknologi mahir terkini
Masih adakah rasa kemanusiaan di manusia-manusia canggih bak robot sekarang
Kamuflase pemimpin
Menambah atau mengurangi nol
Semua mudah dilakukan
Kemunafikan janji
Bualan klise bak sampah
Manusia yang seharusnya memimpin dunia
Tanpa disadari telah dipimpin dunia
Karena harta
Karena dunia memiliki segalanya
Dan mereka berjalan di belakangnya
Ternyata hidup ini terlalu adil
Alasan klise dari kamuflase
Akan ada saatnya kaum tertindas memimpin dunia
Kaum terhina menampakkan diri
Malaikat malaikat tanpa sayap, kelak akan mengembalikan bumi pertiwiku.
Berikut video pembacaan puisinya
Setiap insan terlahir suci
Hidup adalah pena hitam
untuk merangkai kisah
Entah rangkaian apa yang kan terukir
Seorang bidadari atau seekor monster
Lihatlah, hidup kian maju
Apalah itu yang orang-orang bilang globalisasi
Teknologi ini-itu
semua orang sibuk sendiri
Bahkan seperti manusia tiada lebih berharga dibandingkan teknologi mahir terkini
Masih adakah rasa kemanusiaan di manusia-manusia canggih bak robot sekarang
Kamuflase pemimpin
Menambah atau mengurangi nol
Semua mudah dilakukan
Kemunafikan janji
Bualan klise bak sampah
Manusia yang seharusnya memimpin dunia
Tanpa disadari telah dipimpin dunia
Karena harta
Karena dunia memiliki segalanya
Dan mereka berjalan di belakangnya
Ternyata hidup ini terlalu adil
Alasan klise dari kamuflase
Akan ada saatnya kaum tertindas memimpin dunia
Kaum terhina menampakkan diri
Malaikat malaikat tanpa sayap, kelak akan mengembalikan bumi pertiwiku.
Berikut video pembacaan puisinya
Komentar
Posting Komentar