Langsung ke konten utama

Klise

 [Karya: Faridah Nur Azizah]

Setiap insan terlahir suci
Hidup adalah pena hitam
untuk merangkai kisah
Entah rangkaian apa yang kan terukir
Seorang bidadari atau seekor monster



Lihatlah, hidup kian maju
Apalah itu yang orang-orang bilang globalisasi
Teknologi ini-itu
semua orang sibuk sendiri
Bahkan seperti manusia tiada lebih berharga dibandingkan teknologi mahir terkini

Masih adakah rasa kemanusiaan di manusia-manusia canggih bak robot sekarang
Kamuflase pemimpin
Menambah atau mengurangi nol
Semua mudah dilakukan

Kemunafikan janji
Bualan klise bak sampah

Manusia yang seharusnya memimpin dunia
Tanpa disadari telah dipimpin dunia
Karena harta
Karena dunia memiliki segalanya
Dan mereka berjalan di belakangnya

Ternyata hidup ini terlalu adil
Alasan klise dari kamuflase
Akan ada saatnya kaum tertindas memimpin dunia
Kaum terhina menampakkan diri
Malaikat malaikat tanpa sayap, kelak akan mengembalikan bumi pertiwiku.

Berikut video pembacaan puisinya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fructus [buah]

Salam sehat :D udah lama ya ga ngeblog. sekalinya ngeblog pengen banget nulisin lagi apa yang tadi saya praktekan di sekolah. pelajaran praktek farmakognosi. tentang simplisia dr fructus atau yang bisa kita sebut, buah. untuk pengertian simplisia sendiri bisa dicari di google, wikipidea, atau tanyakan di kolom komentar jika anda benar2 kepo. yah, walau ilmu saya tidak seberapa, tapi saya berharap dengan sedikit ilmu yg saya punya ini dapat bermanfaat bagi yg membacanya. dan saya menulis ini juga sambil mengingat kembali agar tdk menjadi memori jangka pendek. oke, kita langsung saja.

Belajar Menyederhanakan Perasaan

Aku ingin jemariku bergerak sendiri untuk menuliskan sesuatu yang bisa mewakilkan perasaanku sendiri. Sayangnya, perasaanku tak bisa terwakilkan oleh apapun. Bagaimana bisa perasaanku diwakilkan, kalau wujudnya saja tak pernah ada. Aku ingin selalu bisa berkenalan dengannya. Dengan perasaan-perasaanku yang katanya juga ingin didengar. Perasaan sedih yang ingin dimanja dengan air mata. Perasaan senang yang ingin dibayar dengan tawa. Perasaan kecewa yang ingin diluapkan dengan amarah.

Untuk Hatimu

  Hai.  Jawab dong.  Hai.  Nah, gitu dong. Jawab di dalam hati. Karena memang itu tujuan tulisan ini dibuat.   Semoga apa yang ditulis dengan hati akan dibaca dengan hati. Semoga apa yang dikirim dengan hati akan sampai pada hati.  Apa kabar hatimu? Semoga tak pernah terluka. Semoga tak pernah kecewa.