Langsung ke konten utama

Masa Depan Dunia

Assalamu'alaikum para generasi penerus bangsa! :D langsung saja kita mulai ya.

Sebelumnya saya mau bertanya tentang kata 'masa depan' itu sendiri. Apa sih masa depan itu? Kapan sih sebenernya masa depan itu? Apa ketika hari ini kita berkata masa depan adalah besok, lalu besok kita akan berkata "hari ini adalah masa depan"? Masa depan tetap akan menjadi 'besok' kan? Disini saya gaakan jelasin pengertian secara bahasa, definisi, dan apalah itu tentang masa depan karena kalian bisa cari sendiri di google.Tapi saya ingin memahami dan berbagi pemahaman saya tentang masa depan. Jadi dari sini dulu, apa yg bisa kita simpulkan?



Bahwa masa depan bentuknya ABSTRAK dan RELATIF. Tapi masa depan itu selalu ada bagi orang-orang yang masih bernyawa. Sekalipun masa depan itu baik ataupun buruk. Misal: satu detik yang akan datang, si Z meninggal. Meninggal disini tetap masa depan kan? Masa depan di satu detik yg lalu. Tapi apakah ketika meninggal kita akan berkata "inilah masa depannya". Tidak kan? Kita hanya sering berkata "inilah takdirnya."
Jadi kali ini apakah pernyataan "si Z tidak punya masa depan" itu benar?

SALAH BESAR FIX MAXIMAL.

Tentu semua orang memiliki masa depan tapi tergantung kita akankah ketika 'masa depan' itu tiba, kita akan tersenyum puas atau menangis menyesali masa lalu yg pada waktu itu adalah "hari ini utk menentukan masa depan" yang kini berganti menjadi "hari ini karena masa lalu".


Oke, sekarang kita back on focus to the title.
Masa Depan Dunia.
Saya ingin menulis ini karena tergugah oleh Microsoft's Video on How 2019 Will Look Like. Berikut ini ada videonya boleh ditonton dulu, setelah itu kita kembali lagi untuk membahasnya bersama-sama.


Gimana? Apa unek-unek kalian setelah menonton video itu?
Ditunggu komentarnya di bawah ya.

Kalau saya pribadi sih, saya tercengang, termengo-mengo(?), excited bgt seperti berada di dunia permainan. Seperti pepatah gatau dr mana bilang "life is a game" itu beneran adanya. Sebenernya saya masih bingung, pepatah itu siapa? Kenapa semua orang selalu mengutip apa yg diucapkannya? Oke salah fokus. Kita bahas itu lain kali.

Tapi teman, justru hal yang saya sembunyikan dalam hati saya ketika menonton video itu adalah, saya KHAWATIR. Saya khawatir di masa depan semua orang 'autis' sibuk sendiri. Mungkin untuk orang yg menemukan teknologi itu akan jadi semakin rajin belajar untuk menciptakan sesuatu yg lebih baik. Tapi utk penikmat? Pembeli? Konsumen? Mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang malas. Malas jalan, malas berepot-repot, malas berbicara, dan yg saya takutkan malas tersenyu. Apalagi untuk negeri ini. Bukankah dulu terkenal dengan negeri ramah tamah? Dan apakah sekarang masih? Bukankah kita lihat sendiri di angkot semua orang pegang gadgetnya masing-masing sehingga tdk peduli pada sekitar? (semoga kita tdk termasuk).

Saya takut nanti "perikemanusiaan" tergantikan oleh "periketeknologian"
Saya takut nanti senyum antar sesama manusia tergantikan oleh senyum antar emoticon sosial media
Saya takut nanti percakapan antar otak menjadi percakapan antar komputer (yg di masa depan ada nama-nama lebih keren dr komputer, mungkin)
Saya takut semua orang akan lebih mengurung diri di rumah dan melaksanakan semua pekerjaannya dengan mudah.
Bagi orang yg berpikir baik, dia akan selalu berusaha dan termotivasi dgn semakin maraknya teknologi canggih dan ingin berusaha mempelajarinya. Tapi peradaban dunia yg terlalu canggih dan memudahkan kehidupan dunia itu membuat mereka akan menjadi, istilah jepangnya "ngalelewe" terhadap pekerjaannya itu sendiri. Hidupnya akan menjadi terlalu mudah. Bahkan apalagi kalau setiap orang udh punya binatang peliharaan sejenis doraemon. Oh my no oh my woow!! Saya pengennya sizuka yg selalu berjodoh dgn nobita. *salah fokus.*

TAPI bukan berarti saya tulis ini, so, kalian semua pada nutup diri dgn globalisasi yg akan datang. Bukan itu maksud tulisan ini. Tapi saya ingin temen-temen pemuda generasi penerus bangsa untuk tetap semangat dan optimis di masa yg akan datang. Jangan mau cuma jadi pengguna teknologi, tp jadilah penemunya atau pencipta teknologi itu sendiri. Atau ga selalu di dunia teknologi, bisa juga berkarya di bidang yg lain, kesehatan misalnya, kedokteran, farmasi, atau bahkan ada yg ingin merubah peradaban sekalipun. Ke sesuatu yg lebih positif tentunya.
Karena mereka yg hanya menjadi pengkonsumsi globalisasi, selamanya akan menjadi budak teknologi dan hanya akan menghabiskan dana.

Justru saya ingin kita semua untuk tidak menutup diri dari globalisasi yg akan semakin maju, tapi tidak mlupakan kebudayaan lama dengan tetap menjadi manusia yg sebenarnya. Bukan robot. Atau manusia berhati robot. Jangan sampai karena teknologi, orang jadi pada egois dan dengan mudah melakukan hal picik cik cik. Naudzubillahimindzalik.

Karena hidup itu tentang harapan, jadi saya masih terus berharap akan peradaban dunia yg akan menjadi lebih baik dengan tidak meninggalkan kebudayaan sebagai manusia.



Moral cerita: Jadilah manusia yg selalu BERPIKIR. Apa maksud dari perubahan-perubahan yg ada. Apa ini membuat hidup saya lebih baik, atau malah menjerumuskan saya. Selamat berpikir :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fructus [buah]

Salam sehat :D udah lama ya ga ngeblog. sekalinya ngeblog pengen banget nulisin lagi apa yang tadi saya praktekan di sekolah. pelajaran praktek farmakognosi. tentang simplisia dr fructus atau yang bisa kita sebut, buah. untuk pengertian simplisia sendiri bisa dicari di google, wikipidea, atau tanyakan di kolom komentar jika anda benar2 kepo. yah, walau ilmu saya tidak seberapa, tapi saya berharap dengan sedikit ilmu yg saya punya ini dapat bermanfaat bagi yg membacanya. dan saya menulis ini juga sambil mengingat kembali agar tdk menjadi memori jangka pendek. oke, kita langsung saja.

Belajar Menyederhanakan Perasaan

Aku ingin jemariku bergerak sendiri untuk menuliskan sesuatu yang bisa mewakilkan perasaanku sendiri. Sayangnya, perasaanku tak bisa terwakilkan oleh apapun. Bagaimana bisa perasaanku diwakilkan, kalau wujudnya saja tak pernah ada. Aku ingin selalu bisa berkenalan dengannya. Dengan perasaan-perasaanku yang katanya juga ingin didengar. Perasaan sedih yang ingin dimanja dengan air mata. Perasaan senang yang ingin dibayar dengan tawa. Perasaan kecewa yang ingin diluapkan dengan amarah.

Untuk Hatimu

  Hai.  Jawab dong.  Hai.  Nah, gitu dong. Jawab di dalam hati. Karena memang itu tujuan tulisan ini dibuat.   Semoga apa yang ditulis dengan hati akan dibaca dengan hati. Semoga apa yang dikirim dengan hati akan sampai pada hati.  Apa kabar hatimu? Semoga tak pernah terluka. Semoga tak pernah kecewa.