Langsung ke konten utama

Manusiawi

Karya: Faridah Nur Azizah

Ketika aku merasa lelah, dan tak kuasa pergi sejenak
Ketika aku mengantuk, dan tak kuasa memejamkan mata
Ketika aku merasa sedih,dan tak kuasa untuk menangis
Ketika aku merasa bahagia, yang kuekspresikan hanyalah air mata




Aku belajar dari kehidupan
Tidak ada yang tahu apa yang kan terjadi sedetik setelahnya

Aku belajar dari kekalahan
Menyakitkan tapi justru membangkitkan

Aku belajar dari kemenangan
Membahagiakan... Terus?

Ternyata benar bahagia itu tidak pernah abadi
Jika aku hanya menggantungkan kebahagiaan itu pada kehidupan yang justru jauh dari abadi
Lalu apa lagi yang kucari?

Aku mencari sesuatu.... Tapi tidak tahu itu apa.

Sesuatu yang ketika aku berusaha memikirkannya,
Yang terpikir hanyalah,
Pengembalian ke titik asal.
Sesuatu yang ketika aku berusaha memikirkannya,
Yang terjatuh hanyalah,
Air mata.

Aku masih ingin tetap hidup
Menjadi manusia yang selalu hidup dalam kehidupannya
Kehidupan yang fana,
Maupun kehidupan yang abadi di alam yang berbeda

Aku tidak butuh semua materi itu
Tapi merekalah yang menuntuku untuk selalu memilikinya
Demi memerangi kemiskinan dan kebodohan

Dan ketika aku menuruti permintaannya
Untuk mengejar kehidupan dunia
Yang kurasakan hanyalah hampa
Ada sesuatu yang kosong dalam ruh ini
Entah itu dimana

Manusia, selalu tidak pernah puas
Selalu ingin lebih, lebih, dan lebih
Tapi sampai kapan?
Apakah ketika puncak itu telah kupijaki, semuanya masih terasa hampa?
Lalu untuk apa aku mengejarnya?
Kalau rasanya sama saja?
Hanya kepuasan sesaat?

Oh bukan,
Tidak peduli aku mendapatkan semua materi itu atau tidak
Aku hanya ingin kebahagiaan
Kebahagiaan yang sungguh berasal dari dalam hati yang tidak pernah kosong
Hati yang selalu terisi oleh Dzat Yang Maha Pencipta

Oh bukan juga,
Aku bukan menginginkan semua materi dunia itu untuk kebahagiaanku
Aku tidak pernah bahagia dari apa yang kucapai di dunia ini
Aku selalu bahagia ketika justru orang lain lah yang bahagia dengan pencapaianku

Aku hanya manusia biasa
Yang merasa hina berlumur dosa
Tapi ajarkan aku untuk selalu memiliki hati yang cantik
Meski hanya isak dan tangis yang menjadi saksi
Dan semua yang kulalui
Semua senyum dan air mata, justru membuatku merasa berharga
Bahwa aku tidak pernah luput dari pengawasan-Nya

Kumohon, iringi setiap langkahku tanpa kekosongan
Hati yang selalu terisi oleh kebahagiaan
Meski aku harus tahu setiap pencapaian duniawi itu, hanyalah kosong
Semoga pencapaian itu dapat mengantarkanku ke jalan-Nya
Hingga hari itu terisi sepenuhnya oleh cahaya-Nya

Dengan kekosongan hati dari kehidupan duniawi ini, aku dapat mengenal-Nya
Membuat aku selalu merasa ditampar untuk selalu bersyukur akan hari ini
Bukan angan-anagan dan masa depan yang belum tentu akan seperti apa yang kubayangkan

Kehidupan ini terlalu keras untuk berjalan semulus dongeng
Dan aku akan mengarunginya
Dengan penuh kekuatan dari-Nya yang selalu melindungiku
Sepahit apapun racun itu
Racun yang menurutku racun, tapi ternyata obat dari-Nya
Obat yang terlihat obat, tapi justru racun bagi kehidupanku

Fanatisme ego
Hanya kan membuatku terjerumus

Buang semua ke-aku-an-ku
Dan aku akan merasakan-Nya
Bahwa aku tidak pernah tahu
Kebenaran yang sesungguhnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fructus [buah]

Salam sehat :D udah lama ya ga ngeblog. sekalinya ngeblog pengen banget nulisin lagi apa yang tadi saya praktekan di sekolah. pelajaran praktek farmakognosi. tentang simplisia dr fructus atau yang bisa kita sebut, buah. untuk pengertian simplisia sendiri bisa dicari di google, wikipidea, atau tanyakan di kolom komentar jika anda benar2 kepo. yah, walau ilmu saya tidak seberapa, tapi saya berharap dengan sedikit ilmu yg saya punya ini dapat bermanfaat bagi yg membacanya. dan saya menulis ini juga sambil mengingat kembali agar tdk menjadi memori jangka pendek. oke, kita langsung saja.

Belajar Menyederhanakan Perasaan

Aku ingin jemariku bergerak sendiri untuk menuliskan sesuatu yang bisa mewakilkan perasaanku sendiri. Sayangnya, perasaanku tak bisa terwakilkan oleh apapun. Bagaimana bisa perasaanku diwakilkan, kalau wujudnya saja tak pernah ada. Aku ingin selalu bisa berkenalan dengannya. Dengan perasaan-perasaanku yang katanya juga ingin didengar. Perasaan sedih yang ingin dimanja dengan air mata. Perasaan senang yang ingin dibayar dengan tawa. Perasaan kecewa yang ingin diluapkan dengan amarah.

Untuk Hatimu

  Hai.  Jawab dong.  Hai.  Nah, gitu dong. Jawab di dalam hati. Karena memang itu tujuan tulisan ini dibuat.   Semoga apa yang ditulis dengan hati akan dibaca dengan hati. Semoga apa yang dikirim dengan hati akan sampai pada hati.  Apa kabar hatimu? Semoga tak pernah terluka. Semoga tak pernah kecewa.