Langsung ke konten utama

Janji

Janji adalah sesuatu yang mudah sekali diucapkan tapi sulit dilakukan. Seseorang yang membuat janji, biasanya hatinya sedang terlampau bahagia sehingga tidak berpikir apakah janji tersebut mampu tuk diwujudkan atau tidak. Sampai akhirnya ada sesuatu hal di luar prediksi kita sehingga kita tidak mampu untuk 'membayar' janji tersebut.



Terkadang sebuah pernyataan tanpa kata 'janji' pun, sudah termasuk janji. Artinya dia akan dan harus melakukannya. Sehingga berhati-hatilah dalam berucap, karena itu adalah janji dan doa-doa. Sebuah janji akan menjadi dosa apabila kita tidak 'membayar'nya. Tapi seperti yang kita tahu bahwa tidak semua janji bisa terpenuhi. Mungkin janji-janji yang kecil bisa saja terpenuhi, janji bersifat materi duniawi bisa saja terpenuhi, kalaupun tidak kita bisa membayarnya dengan sesuatu yang lain, beres lah sudah semuanya. Tapi coba pikirkan, ketika janji yang kita buat adalah bersifat janji jangka panjang? tentang angan-angan masa depan kepada seseorang yang kita cintai? janji kepada orang lain adalah sulit. Karena sekali kita mengingkarinya, maka kita termasuk orang yang munafik dan tergoreslah hatinya sehingga terluka. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan, sehingga sesuatu yang telah kita janjikan untuk masa depan orang yang kita cintai tanpa daya kita merealisasikannya, luruh lah sudah semuanya. Tersakiti hatinya. Meski entah, orang itu tidak pernah menyalahkan siapapun, tapi hatinya tetap tergores. Berhati-hati dalam menjaga lisan yang diucapkan kepada orang lain, karena itu akan terus diingat oleh orang dan mudah sekali untuk kita lupakan. Berterimakasihlah kepada orang-orang yang selalu mengingatkan akan janji kita, karena sesungguhnya dia mencegah kita untuk menjadi orang munafik. Janji terbagi menjadi 3 yaitu janji kepada diri sendiri, janji kepada orang lain, dan janji kepada Tuhan. Ketika kita janji kepada orang lain, otomatis kita janji kepada diri sendiri dan janji kepada Tuhan karena Tuhan melihatnya dan kita harus melaksanakannya. Jadi teman, mari ingat-ingat apakah masih ada janji kita yang lupa kita bayar? yuk, mari saling mengingatkan?


Dan jangan lupa dalam berucap, ucapkan InsyaAllah, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fructus [buah]

Salam sehat :D udah lama ya ga ngeblog. sekalinya ngeblog pengen banget nulisin lagi apa yang tadi saya praktekan di sekolah. pelajaran praktek farmakognosi. tentang simplisia dr fructus atau yang bisa kita sebut, buah. untuk pengertian simplisia sendiri bisa dicari di google, wikipidea, atau tanyakan di kolom komentar jika anda benar2 kepo. yah, walau ilmu saya tidak seberapa, tapi saya berharap dengan sedikit ilmu yg saya punya ini dapat bermanfaat bagi yg membacanya. dan saya menulis ini juga sambil mengingat kembali agar tdk menjadi memori jangka pendek. oke, kita langsung saja.

Belajar Menyederhanakan Perasaan

Aku ingin jemariku bergerak sendiri untuk menuliskan sesuatu yang bisa mewakilkan perasaanku sendiri. Sayangnya, perasaanku tak bisa terwakilkan oleh apapun. Bagaimana bisa perasaanku diwakilkan, kalau wujudnya saja tak pernah ada. Aku ingin selalu bisa berkenalan dengannya. Dengan perasaan-perasaanku yang katanya juga ingin didengar. Perasaan sedih yang ingin dimanja dengan air mata. Perasaan senang yang ingin dibayar dengan tawa. Perasaan kecewa yang ingin diluapkan dengan amarah.

Untuk Hatimu

  Hai.  Jawab dong.  Hai.  Nah, gitu dong. Jawab di dalam hati. Karena memang itu tujuan tulisan ini dibuat.   Semoga apa yang ditulis dengan hati akan dibaca dengan hati. Semoga apa yang dikirim dengan hati akan sampai pada hati.  Apa kabar hatimu? Semoga tak pernah terluka. Semoga tak pernah kecewa.