Karya: Faridah Nur Azizah
Ia selalu ada di dalam hatiku
Ia selalu ada di dalam hatiku
Aku ingin bersamanya selamanya....
Yang Terpendam
Saat aku kecil
Tak pernah ia menimangku seperti Ibu
Tak pernah ia berbicara semanis Ibu
Tak pernah ia mengusap air mataku
Saat aku menangis
Tak pernah ia menghiburku
Saat aku bersedih
Terbesit, ia tak mempedulikanku
Aku mulai tumbuh remaja
Saatnya aku jatuh cinta
Ayah mendengar kabar itu
Aku tersentak, ia memarahiku
Terbesit, ia tak pernah mengertiku
Aku mulai menginjak dewasa
Kutatap matanya, nekat
Aku tertunduk
Merasa tertampar dan terhantam
Aku dapat membaca tatapan itu
Dalam tatapan itu, ia berbicara
Tatapan terdalam dari bola mata nan indah
Tak ada pria yang menatapku sedalam itu
Tatapan bahwa ia kan sepenuhnya melindungiku
Dalam jauh, ia memerhatikanku
Dalam diam, ia menjagaku sepenuhnya
Aku tahu, ingin rasanya ia menjadi semanis Ibu
Menjadi malaikat yang selalu tersenyum padaku
Meskipun tak ia lakukan
Ayah aku tahu kau slalu mengingatku
Menjagaku dalam do’amu yang tak pernah
Kau lontarkan dari bibirmu
Kau slalu tatapku dalam
Do’amu mengatakan kau cinta aku
Kau tak kan tinggalkanku
Aku tahu kau ingin menciumku
Ingin memelukku
Mendekapku
Kan ku dekap erat cintamu
Di hatiku
Di hidupku
Selamanya
Bodohnya aku
Kini aku baru menyadarinya
Setelah 17 tahun aku mengenalnya
Ia menyayangiku dengan caranya
Tak banyak lontaran kata manis yang kuingat darinya, tapi aku selalu mengingat aksinya sebagai pahlawan terhebat dalam hidupku
Komentar
Posting Komentar