Aku pernah menyesal akan hari-hari dimana kita dipertemukan.
Kita? Mungkin kini telah berubah menjadi aku dan kamu. Ya, masa itu sangat
indah dan tak mungkin dapat aku lupakan. Aku yang awalnya hanya iseng
menyukaimu, mengagumimu, semua tentang kamu. Seperti seorang fans kepada
idolanya. Mungkin itu yang aku pikirkan dalam logika akal sehatku. Tapi seiring
berjalannya waktu, kamu selalu mengganggu pikiranku. Berlari-lari seenaknya
dalam pikiranku, menawarkanku berjuta harapan di masa depan. Aku semakin ingin
memilikimu. Ya, itulah ketika aku merasa masih kekanak-kanakkan.
Kini kamu pergi dengan meninggalkan sejuta kenangan yang tak
mungkin aku lupakan, bagaimanapun aku berusaha. Kemanapun aku melangkah, selalu
mengingatkanku akan itu. Meskipun aku pernah melupakanmu. Aku merasa bahwa pada
akhirnya aku akan pulang dan kembali merindukanmu. Entah. Karena kamu
satu-satunya lelaki yang berani membawa kenangan manis sekaligus pahit dalam
hidupku. Karena begitulah kehidupan yang sebenarnya, jika ada seseorang yang
hanya membawamu kenangan-kenangan indah tanpa kamu tahu kekurangannya, maka dia
berbohong di hadapanmu.
Aku tahu banyak hal tentang kekuranganmu. Tentang hal-hal
yang menjadi kekuranganmu, dan kelebihan bagiku. Dan aku semakin menyayangimu, walau
dalam jauh dan dalam dekap di mimpiku.
Aku rasa mungkin lebih baik seperti ini. Mencintai di masa
remaja memang sesulit ini. Karena masih banyak masa depan yang menanti untuk
aku dan kamu. Aku janji akan menggunakan masa-masa merindukanmu dengan hal-hal
yang akan membawaku ke masa depan yang lebih baik. Kamu juga harus berjanji
dengan itu, meski kamu berjuang untuk masa depanmu bukan disaat kamu
merindukanku. Karena mungkin saat-saat itu tak pernah ada di hidupmu.
Aku tidak tahu apakah aku dan kamu akan dipertemukan kembali
sebagai teman hidup yang akan bersama memperjuangkan hidupnya dan hidup
orang-orang di dekatnya. Aku tidak tahu apakah kamu menginginkannya sekarang
atau tidak. Aku juga tidak tahu apakah aku menginginkannya sekarang atau tidak.
Karena aku tidak tahu apa yang Tuhan tahu yang terbaik untukku dan untukmu.
Aku rasa mungkin lebih baik seperti ini. Merindukanmu tanpa
berharap kamu kembali untuk saat ini. Karena itu sungguh menyakitkan. Bagiku,
jauh lebih mudah merindukanmu seperti ini daripada kamu datang sekarang dan
takut kamu pergi kembali. Setahun dua tahun aku telah terbiasa merindukanmu.
Itu baik untukku. Aku tidak memaksa Tuhan untuk menghapuskanmu dari pikiranku.
Aku hanya membiarkan saja jika kamu mau tetap tinggal dipikiranku. Karena
waktulah yang akan menjawabnya. Kalau bertahun-tahun ke depan kamu tetap
tinggal di pikiranku, berarti aku mencintaimu. Hanya itu. Tanpa berharap Tuhan
merubah ketetapan akan jodohku.
Karena aku hanya seorang wanita untuk dipilih. Untuk kelak
menghormati dan menaaati suaminya. Dan saat itu, saat aku benar-benar merasa
dicintai untuk segala kekuranganku, aku akan mencintai teman hidupku, dan
menghormatinya. Datanglah, jangan sekarang. Tapi nanti, ketika aku dan kamu
sudah sama-sama siap. Datanglah ke rumahku dan berkata “sejak lama aku
mencintaimu, dan inilah saat yang aku tunggu untuk meminangmu.”
Mungkin ini hanya mimpi bagiku. Untuk dicintai oleh orang
yang aku cintai. Tapi kalaupun ada orang yang mencintaiku, itu lebih baik
daripada mencintai tanpa pernah dicintai untuk seorang wanita. Terima kasih
telah menjadi bagian terindah dalam hidupku. Meninggalkan masa-masa indah yang
tak dapat aku dapatkan bersama orang lain. Masa ketika aku merasa masih
main-main seperti anak-anak yang menyukai seseorang, masa remajaku yang masih
sama saja menyukai orang yang sama, dan masa dewasaku yang entah bersama siapa.
Kenapa aku seperti ini? karena ternyata aku hanya merindukan
seperti sosok ayah. Sosok pria yang mencintaiku sampai maut yang memisahkan.
Bukan hanya pacaran seperti remaja kebanyakan yang dapat putus, dan sudah
cintanya hilang begitu saja. Karena aku tidak bisa berhenti mencintai ketika
aku telah mencintai. Sampai kapanpun orang yang pernah aku cintai akan aku
cintai, meskipun di tempat yang berbeda seperti orang yang benar-benar spesial
dalam hatiku untuk menjadi teman hidupku.
Komentar
Posting Komentar