Kalimat judul ini terinspirasi dari percakapanku dengan temen yg berulang kali, sebenernya dia yang lebih sering bilang "hehe, saya mudah jatuh cinta" dan aku mengangguk-ngangguk dalam hati. Kupikir aku juga begitu, dan aku paham maksudnya apa. Entah pemikiran kita yang sama, atau sebagian kecil saja, tapi aku hanya ingin menjelaskan punyaku sendiri tanpa berasumsi kalimat tersebut dari dia. Jadi begini....
Aku mudah jatuh cinta dengan orang dingin, pendiam, dan misterius. Karena aku tahu, mereka adalah orang-orang yang butuh perhatian dan kasih sayang yang lebih dari orang lain. Karena kupikir, mereka adalah orang yang menyedihkan, yang ga pernah bisa menjelaskan perasaan apapun yang dimilikinya, atau bahkan mereka adalah orang-orang yang ga paham dengan dirinya sendiri. Jadi bagaimana mereka bisa memahami orang lain? Itu sebabnya orang-orang seperti mereka lebih sering menyakiti perasaan orang lain, terlalu jujur, dan belum paham caranya berpendapat. Sehingga banyak orang yang berusaha menghindari orang-orang seperti mereka, tapi rasanya aku ingin merengkuhnya. Aku ingin menjadi tempat berbaginya dan pelampiasan semua kekesalannya yang hanya tertimbun di hatinya.
Aku mudah jatuh cinta dengan orang yang berantakan, tidak beraturan, hidupnya serba spontan, suka mencari 'keributan'. Karena aku tahu, mereka hanya melakukannya untuk mencari perhatian, untuk lebih diperhatikan. Berbeda dengan orang-orang dingin, orang-orang seperti ini justru terkesan 'berlebihan' dalam semua tindakannya, dan kadang punya cara pandang yang 'ngeselin'. Tapi aku tahu, mereka itu punya tingkat emosional yang dalam pula, apalagi jika semua yang dilakukannya tidak membuat orang lain merasakan keberadaannya.
Aku mudah jatuh cinta dengan orang yang mudah tersenyum, baik, ramah, pinter, suka membantu, ganteng pula. Perempuan mana yang ngga suka? Itu hampir tipe idaman para wanita sih, tapi bukan itu, bukan itu maksudku. Aku jatuh cinta pada mereka, karena dibalik senyumnya, aku yakin mereka menyimpan kesedihan yang mendalam. Malam menangis, kalut, paginya tersenyum kembali, mungkin mereka malas menjelaskan kepada orang-orang yang bertanya 'kenapa?' hanya sekedar penasaran, bukan benar-benar peduli. Mungkin bagi kebanyakan orang, orang-orang seperti ini dibilang munafik, di luar tersenyum, di hati menangis. Tapi menurutku tidak, mereka hanya berhasil mengendalikan emosi sesaatnya daripada harus melampiaskan kepada orang-orang di sekitarnya dan menyakiti orang lain. Meskipun pada akhirnya mereka akan melampiaskannya kepada diri sendiri, di malam yang susnyi, gelap, sendiri, mereka baru akan menunjukkan perasaannya pada angin malam, bahwa... ramai tawa di sekelilingnya, tapi mengapa mereka masih tetap merasa sepi?
Aku mudah jatuh cinta dengan orang yang sering menghiburku, membuatku tertawa tanpa henti, peringainya lucu sekali, bahkan hanya mimik wajah diamnya saja sudah membuatku tertawa. Ah, bukan itu.. bukan karena dia berhasil membuatku tertawa, tapi karena justru aku tahu, dia lah yang sebenarnya paling membutuhkan hiburan itu. Tapi karena aku juga tahu, bahwa aku tidak bisa selucu dia, maka yang dia lakukan hanya menghibur orang lain, berharap hatinya juga ikut terhibur. Hatinya sederhana, selama orang lain tertawa karenanya, mereka merasa bahagia, meskipun mereka merindukan 'hiburan' itu sendiri.
Aku mudah jatuh cinta dengan tumbuhan. Percaya atau tidak, ketika kalian melihatku sedang melamun, sebenarnya aku sedang memperhatikan. Misalnya di depanku ada rumput yang bergoyang, dan aku benar-benar sedang memperhatikan mereka, mungkin untuk membuat puisi, atau bertanya pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup seperti yang orang lain anjurkan "tanyakan saja pada rumput yang bergoyang!" dan sungguh, aku menanyakannya, aku sering berbisik dan bercakap dengan mereka... "Tanaman, ajarkan aku untuk bisa selalu menerima takdir sepertimu.... membiarkan kemana angin, hujan, badai membawamu. Kamu tetap akan bertasbih kepadaNya."
Aku mudah jatuh cinta dengan binatang, makanya kalau ada yang mengajakku ke kebun binatang atau taman safari, jangan buru-buru ya! aku harus bercakap-cakap dulu dengan mereka cukup lama -meskipun dalam hati. Aku ingin memahami mereka. Kalau orang menatap seekor harimau, singa, dengan tatapan mengerikan, maka aku sebaliknya... aku menatap mereka sendu, aku selalu menatap ke dalam mata mereka. Dan setelah kuperhatikan lamat-lamat, harimau memang memiliki tatapan mata yang sendu pula, meskipun raungannya membuat kita bergidik ngeri. Tapi siapa yang peduli? Aku. dan aku cuma berbisik dalam hati, "Harimau, kau bisa mencurahkan semuanya lewat tatapan mata kita ini... Mungkin kamu telah dipisahkan oleh keluargamu, untuk keperluan kami, manusia. Sebagai perwakilan, maafkan aku. Semoga kamu menerimanya, semoga kamu sekuat yang orang-orang lain percayakan."
Aku mudah jatuh cinta dengan pemandangan alam, gunung, sungai, hutan, pantai, apapun, apapun.. Kalau orang lebih suka gunung daripada pantai, atau apapun.. Maka aku suka keduanya, aku suka semuanya! aku suka keberagaman, aku suka perbedaan, karena dibalik perbedaan menyimpan cerita-cerita sendiri yang tidak akan pernah sama.
Aku juga mudah jatuh cinta dengan pemandangan hiruk pikuk. Bukan, tentunya bukan jatuh cinta pada kejahatan-kejahatan dan pertumpahan darah yang terjadi, tapi karena aku merasa... skenarioNya benar-benar indah. Semua berjalan sesuai kehendaknya, meskipun nasib tidak akan Dia ubah kecuali kita yang mengubahnya sendiri.
Aku bahkan juga mudah jatuh cinta dengan benda mati, seperti novel, buku, teknologi, gitar, martabak, air putih. Haha, haha. Karena hal-hal seperti itu adalah karya-karya manusia,.. dan lihat, karya manusia udah sekeren itu. Bikinan siapa sih? manusia? lalu, kenapa manusia bisa membuatnya.....
Yap, you know? Kemudahan kita jatuh cinta pada hal-hal kecil, atau bahkan kekurangan, dan semua hal yang ada di dunia ini. Jatuh cinta pada semua karakteristik dan keberagaman ciptaanNya, membuat kita semakin mudah jatuh cinta kepada Sang Pencipta. Aku jatuh cinta terhadap mereka semua, ah, aku lebih jatuh cinta terhadap Dia yang Menciptakan semua ini.
Tapi kemudian aku bercermin... Aku Mudah Jatuh Cinta, Tapi... untuk diriku sendiri, ada ruang tersendiri dalam hatiku, yang entah, aku jaga baik-baik dan tentunya dibantu olehNya, sebuah ruang yang hanya akan tertembus untuk seseorang sampai "mudah jatuh cinta"ku merasa utuh, iya... seorang teman hidupku kelak.
Aku Mudah Jatuh Cinta, Tapi.... tidak untuk ruangan tersembunyi itu.
Karena sebagai wanita, aku sadar, bahwa (mungkin) lebih baik aku mencintai orang yang menikahiku, daripada aku menikahi orang yang kucintai.
Salute buat tulisan ini
BalasHapus