Langsung ke konten utama

Letter to me


Semoga dapat menamparku.




Surat ini untukku. Untukku yg masih seperti ini.
Berhentilah.
Berhentilah merasa lebih baik  dari siapapun juga. Berhentilah membanggakan diri. Meski hanya terlintas dalam hati. Berhentilah mengingat kebaikan sendiri dan melupakan kebaikan orang lain. Berhentilah melupakan keburukan sendiri dan mengingat keburukan orang lain. Berhentilah berhutang uang maupun janji. Berhentilah mencari perhatian manusia karena itu akan mudah aku dapatkan selama aku tulus melakukan kebaikan. Berhentilah ingin menjadi kaya raya dan memiliki banyak uang hanya karena ingin diakui keberadaannya dan membuat orang berdecak kagum dan tepuk tangan. Berhentilah meminta dunia tapi lupa meminta ketetapan iman. Berhentilah meminta kuliah di tempat keren karena Dia hanya menyuruhku untuk selalu menuntut ilmu. Bukan untuk selfie di tempat keren. Berhentilah melakukan perjalanan untuk diberitahukan kepada seluruh umat bahwa aku berada di tempat yg keren. Karena Dia menyuruhku melakukan perjalanan hanya untuk menyaksikan akibat perbuatan orang-orang terdahulu, bukan untuk di upload di sosial media. Berhentilah men-judge seseorang dari sosial media. Karena kalau seseorang terlihat buruk di mataku, aku hanya belum mengenalnya. Berhentilah mendengarkan aib orang lain apalagi ikut menambah-nambahkan cerita. Aku mau makan bangkai saudara sendiri? Hih!
Berhentilah untuk selalu merasa sepi. Karena ada Dia yg selalu menantiku menujuNya. Berhentilah mencari teman terbaik, aku masih punya keluarga dan dua adik yg harus dibahagiakan. Berhentilah mencari-cari seseorang yg pantas untukku, jadilah seseorang yg memang pantas untuk ditemukan. Berhentilah bertanya-tanya tentang cinta dan kasih sayang, tapi jadilah jawaban atas semua itu. Berhentilah ngedumel, karena semua akan terasa lebih ringan jika kau ubah ucapan tidak baik menjadi ucapan baik. 
Berhentilah merasa memiliki hidup lebih berat dari siapapun juga. Berhentilah merasa hebat. Bukan aku yg bisa, tapi yg Dia mampukan. Berhentilah menjadi orang paling sengsara. Aku hanya tidak tahu apa-apa tentang kehidupan ini. Berhentilah merasa hidup tidak adil. Berhentilah menghakimi Dia karena Dia-lah hakim paling adil. Berhentilah berprasangka karena kebenaran bukan datang dari prasangka. Bahkan kebenaran mutlak pun semuanya dikembalikan lagi kepadaNya.
Berhentilah menilai kehidupan orang lain selalu lebih sempurna dariku. Karena aku tidak pernah tahu rasa sakit dan perjuangan apa yg telah dia lalui. Berhentilah menginginkan kehidupan orang lain. Karena boleh jadi ada orang lain pula yg menginginkan kehidupanku. Berhentilah berangan-angan karena itu tidak ada apa-apanya dari sebuah langkah sederhana.
Berhentilah menilai bahwa aku lebih baik dan lebih sholeh dari orang lain. Karena Dia-lah sang pemilik hidayah umatnya. Kita tidak akan pernah tahu iman seseorang sampai diketahui akhir hayatnya, maka apa yg lebih mengkhawatirkan daripada bagaimana akhir hidupku nantinya?
Berhentilah memaki. Carilah solusi. Juga berhentilah mencaci diri sendiri. Berhentilah membuat pembenaran. Katakanlah Ya untuk kebenaran dan Tidak untuk sebaliknya.
Wahai diriku, berhentilah menjadi munafik. Yg banyak bicara sedikit aksi. Berhentilah menjadi kawan setan. Berhentilah menjadi bahan tertawaan setan. Berhentilah...
Yg paling penting dari seluruh kehidupanku.. Berhentilah banyak berkata-kata. Berhentilah hanya menulis saja. Meski diam adalah emas. Tapi mengucapkan kalimat baik akan lebih baik. Berhentilah menjadi diam. Gerakkan kemunkaran dgn yg telah dititipkan kepadaku. Karena menggerakkannya hanya dalam hati adalah selemah-lemahnya iman!!
Berhentilah menasihati jika belum bisa keras terhadap diri sendiri. Cukup. Berhenti sampai disini. Lakukanlah!!!!
Terakhir. Tersenyumlah. Karena kehidupan di dunia hanya senda gurau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fructus [buah]

Salam sehat :D udah lama ya ga ngeblog. sekalinya ngeblog pengen banget nulisin lagi apa yang tadi saya praktekan di sekolah. pelajaran praktek farmakognosi. tentang simplisia dr fructus atau yang bisa kita sebut, buah. untuk pengertian simplisia sendiri bisa dicari di google, wikipidea, atau tanyakan di kolom komentar jika anda benar2 kepo. yah, walau ilmu saya tidak seberapa, tapi saya berharap dengan sedikit ilmu yg saya punya ini dapat bermanfaat bagi yg membacanya. dan saya menulis ini juga sambil mengingat kembali agar tdk menjadi memori jangka pendek. oke, kita langsung saja.

Belajar Menyederhanakan Perasaan

Aku ingin jemariku bergerak sendiri untuk menuliskan sesuatu yang bisa mewakilkan perasaanku sendiri. Sayangnya, perasaanku tak bisa terwakilkan oleh apapun. Bagaimana bisa perasaanku diwakilkan, kalau wujudnya saja tak pernah ada. Aku ingin selalu bisa berkenalan dengannya. Dengan perasaan-perasaanku yang katanya juga ingin didengar. Perasaan sedih yang ingin dimanja dengan air mata. Perasaan senang yang ingin dibayar dengan tawa. Perasaan kecewa yang ingin diluapkan dengan amarah.

Untuk Hatimu

  Hai.  Jawab dong.  Hai.  Nah, gitu dong. Jawab di dalam hati. Karena memang itu tujuan tulisan ini dibuat.   Semoga apa yang ditulis dengan hati akan dibaca dengan hati. Semoga apa yang dikirim dengan hati akan sampai pada hati.  Apa kabar hatimu? Semoga tak pernah terluka. Semoga tak pernah kecewa.