Langsung ke konten utama

Aku Ingin.

Aku ingin mencintaimu dalam terang,
Bukan remang,
atau temaram.




Aku ingin mencintai hingga layak tuk dicintai, hingga jauh nanti,
kau tak lagi tergugu disitu,
hanya menghitung langkah kakiku.




Aku ingin rayakan gempa bumi pribadi dengan suka cita,
menikmati sapuan sisa-sisa bencana, yang selalu tertangkap kamera.




Aku ingin berenang dalam kawahmu, namun kau terlalu panas,




Aku ingin berenang bersamamu,
dalam percikan listrik, atau bongkahan api yg tak akan padam oleh tetesan etanol.




Aku ingin,
karena kau terlihat terhanyut.




Namun itu hanya siasatmu untuk menenggelamkanku.




1, 3, 7 - desirlah semaumu.




Aku menginginkan candunya,




Adrenalin, serotonin, oxitosin, phenyleprine, trimethylxantine, bakar semuanya di atas spirtus biru.




Lupakan nyala apinya,
aku hanya ingin tenggelam sedalam-dalamnya.




Tidak peduli jika nikmat vibrasi, adalah korosi yang perlahan tak lagi ilusi.




Aku ingin,
berhenti berpuisi bahwa aku ingin,
karena aku ingin, tak akan pernah membuat api menjadi dingin.




위위 Jingga









(Terinspirasi dari judul puisi Sapardi Djoko Damono, Fahd Pahdepie dan interpretasi bahasa-nya Azura Elska)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fructus [buah]

Salam sehat :D udah lama ya ga ngeblog. sekalinya ngeblog pengen banget nulisin lagi apa yang tadi saya praktekan di sekolah. pelajaran praktek farmakognosi. tentang simplisia dr fructus atau yang bisa kita sebut, buah. untuk pengertian simplisia sendiri bisa dicari di google, wikipidea, atau tanyakan di kolom komentar jika anda benar2 kepo. yah, walau ilmu saya tidak seberapa, tapi saya berharap dengan sedikit ilmu yg saya punya ini dapat bermanfaat bagi yg membacanya. dan saya menulis ini juga sambil mengingat kembali agar tdk menjadi memori jangka pendek. oke, kita langsung saja.

Belajar Menyederhanakan Perasaan

Aku ingin jemariku bergerak sendiri untuk menuliskan sesuatu yang bisa mewakilkan perasaanku sendiri. Sayangnya, perasaanku tak bisa terwakilkan oleh apapun. Bagaimana bisa perasaanku diwakilkan, kalau wujudnya saja tak pernah ada. Aku ingin selalu bisa berkenalan dengannya. Dengan perasaan-perasaanku yang katanya juga ingin didengar. Perasaan sedih yang ingin dimanja dengan air mata. Perasaan senang yang ingin dibayar dengan tawa. Perasaan kecewa yang ingin diluapkan dengan amarah.

Untuk Hatimu

  Hai.  Jawab dong.  Hai.  Nah, gitu dong. Jawab di dalam hati. Karena memang itu tujuan tulisan ini dibuat.   Semoga apa yang ditulis dengan hati akan dibaca dengan hati. Semoga apa yang dikirim dengan hati akan sampai pada hati.  Apa kabar hatimu? Semoga tak pernah terluka. Semoga tak pernah kecewa.