Sebenarnya aku tak biasa menuliskan doa-doa. Karena kukira, doa-doa terbaik adalah rahasia seorang hamba dengan Tuhannya. Tapi kali ini, aku yang hina rasanya ingin menuliskan doa-doa, bukan untuk memberi informasi kepada khalayak bahwa "inilah doaku", tapi agar ketika pembaca membaca tulisanku, secara tidak langsung mereka mendoakanku agar... Taubat.
Ada titik dimana aku merasa tidak ada seorangpun yang lebih hina dariku.
Aku melihat orang-orang sholeh begitu menyilaukan, sesuatu yg membuatku berdesir namun membayangkan untuk bersamanya saja aku tak berani. Karena aku merasa terlalu hina untuk berada di surga yang sama bersama mereka.
Melihat seorang pencuri? Koruptor? Dan penjahat-penjahat dunia yang dikucilkan masa? Entah kenapa aku tak kuasa membenci mereka. Seberapa sucikah aku hingga bisa membenci mereka? Yang kupikirkan adalah, beruntunglah mereka. Maksiat yang mereka lakukan di dunia, dicicil balasannya di dunia hingga membuat ia tersiksa di dunia, dikucilkan oleh dunia.
Lah aku? Aku melakukan maksiat terus menerus di dunia, tapi masih banyak orang yang mencintaiku bahkan memujiku! Allah sembunyikan semua dosa-dosaku di dunia. Kemudian aku maksiat lagi.
Adakah hamba yang lebih tak tahu malu dariku?
Suatu hari aku taubat dengan taubatan nasuha. Menangis atas izin-Nya yang melunakkan hati hambaNya.
Setahun kemudian, aku melakukan maksiat yang sama. Kemudian diriku terbelah menjadi dua. An angel and devil beside. Dan aku merasa harus pergi ke psikiater karena gangguan pesimistis sekaligus penyesalan terdalam. Hingga menjadi hamba yang "takut tobat". Karena takut sekali lagi, seperti "mempermainkan Tuhannya" dengan melakukan maksiat yang sama setelah taubat. Begitulah terus siklusnya.
Lalu untuk apa aku menuliskan ini? Dengan mengapa judulnya Rona Hati?
Karena aku sedang ingin menangis. Aku sedang ingin menyesal dan kembali. Aku ingin taubat dengan penyesalan terdalam. Aku sedang menunggu datangnya air mata, dan sebilah pisau tak terlihat yang tiba-tiba menghentakkanku.
Dan pisau itu biasanya keluar sendiri dari kata-kataku, atau kata-kata pertengkaran antara kedua kepribadianku.
Aku harap, kata-kata yang kutuliskan disini bisa menyayat hati penulisnya.
Apa itu rona hati? Rona hati adalah sesuatu yang membentengi hati. Hingga hati sulit menerima kebenaran yang membuatnya terenyuh dan berdesir.
Kenapa seseorang punya rona hati? Karena dosa yang mereka lakuka terus menerus. Satu dosa meninggalkan satu titik rona di hati. Berbaur dengan titik-titik dosa yang lain hingga membentengi lapisan terluar hati.
Rona hati yang terlalu tebal akan membentuk Hati Batu. Hati yang diberi nasihat pun, akan mantul begitu saja. Tak kan tertembus karena tebalnya batas menuju hatinya.
Ketika aku menjadi makhluk yang mudah menangis, ada sensasi kenikmatan tersendiri yang kusyukuri. Itu berarti masih mudah sesuatu masuk ke dalam hatiku termsuk kebenaran.
Tapi kali ini, mungkin karena terlalu banyak dosa yang kulakukan, aku tak pernah menangis lagi. Menangisi kebaikanNya yang terlalu.......
Aku ingat hujan angin kemarin. Saat itu aku sedang di perjalanan pulang. Kau tahu? Aku sampai benar-benar terbawa angin hingga membawaku ke tengah jalan, dan payung yang kubawa hingga terbalik membentuk mangkuk. Kendaraan berkejaran mulai tidak beraturan. Aku berlari. Rasanya seperti kiamat kecil. Tidak ada lagi yang peduli.
Ini baru kecil, Ya Allah.
Bagaimana dengan pembalasan atas dosa-dosa besar yang kulakukan?
Ya Allah, aku ingin menangis. Berikan sedikit sayatan dalam hatiku, pecahkan rona hati ini hingga kebenaran dapat kuterima. Nasihat dapat kuresapi.
Ya Allah, aku ingin taubat. Aku tidak ingin takut taubat. Ajarkan aku mencintaiMu, ajarkan aku melalui ujianMu.
O Allah, erase the gap in my heart.
O Allah, fix my heart into You till my last breath.
Komentar
Posting Komentar