Apakah sebuah pohon tumbang karena apa yang dihasilkannya
sendiri?
Sebuah pohon melahirkan oksigen. Oksigen bertemu
kawan-kawannya dalam udara. Ada debaran, desiran, kehangatan, kerinduan, yang
menggerakkan mereka sehingga menjelma menjadi angin.
Ternyata rindunya terlalu
besar. Desiran cintanya terlalu besar. Pertemuan terlalu lama. Pelampiasan terlalu
berlebihan.
Sehingga angin yang seharusnya bertiup lembut, menjadi angin yang
tak terkendali dalam menyampaikan perasaan-perasaannya. Sehingga tanpa
disadari, ia telah menumbangkan sesuatu yang berperan banyak pada
keberadaannya.
Bukankah itu yang sering terjadi pada kita? Kita sering
menumbangkan apa yang membuat kita tumbuh. Atau menumbang diri kita sendiri karena terlalu berlebihan menggerakkan rindu.
Komentar
Posting Komentar