Untuk orang-orang jenuh yang sering mengeluh,
Aku senang mendengar kabar bahwa kamu mengeluh
Setidaknya aku bisa memandangmu sebagaimana manusia seperti aku
Setidaknya aku tidak lagi berekspektasi berlebihan, salah sangka bahwa kamu ini seperti malaikat yang selalu taat
Padahal apa spesialnya malaikat yang selalu taat? Toh mereka memang tidak punya hawa nafsu sepertimu. Mereka memang diciptakan untuk selalu taat
Kamu bisa lebih mulia dari malaikat!
Kamu punya emosi dan keinginan, tapi kamu masih berada di jalan ketaatan
Bukankah itu hebat?
“tapi aku bukan orang yang selalu taat,” katamu
Dan aku semakin kagum, kamu berbicara seperti itu saja aku sudah bisa melihat kasih sayang-Nya yang masih mau menunjukkan keberadaan iman dalam hatimu
Lihat! orang tukang mengeluh sepertimu saja masih dibelai-Nya dengan membuat jiwaku yang masih bisa merasakan setitik keimananmu
Meski mengeluh, jangan pernah menyesal telah menjadi orang baik!
“tapi aku bukan orang baik,” katamu
Kupikir, menjadi sok baik lebih baik daripada menjadi sok jahat
Maka meski kau sering merasa munafik, pura-pura semangat bertahan di rutinitas itu, jangan pernah berhenti berusaha menjadi orang baik
Sebentar lagi, kubilang sebentar lagi
Tabahlah sebentar lagi
Untuk orang-orang tabah yang masih merangkak payah meski bilang sudah menyerah,
Aku tahu jiwamu berkata lelah, tapi tanggungjawabmu yang membuatmu tetap melangkah
Berulang kali kamu berkata tidak sanggup dan tidak tahu harus bagaimana lagi, sedang sekelilingmu masih memercayai bahwa kamu mampu
Dan kamu tidak tahu bagaimana lagi menjelaskan kepada mereka bahwa kamu tidak mampu lagi, sedang sekelilingmu masih juga keukeuh percaya bahwa kamu masih mampu
Maka kamu memilih pura-pura mampu meski harus sambil merangkak,
Bukankah merangkak juga sebuah kemampuan yang luar biasa bagi yang sudah tidak bisa berjalan?
Dan aku mengagumi cara merangkakmu yang payah tapi enggan henti,
Kamu tidak punya pilihan selain sabar, meski kau sering bilang, “aku terpaksa bertahan”
Padahal kau tahu?
Dalam keadaan terpaksa sekalipun, kamu tetaplah menjadi orang-orang ikhlas selama kau berada di jalan-Nya
Sebagaimana mukhlisiina lahuddiin
Orang-orang ikhlas adalah orang-orang yang tetap di jalan-Nya meski dalam keadaan terpaksa
Dan aku mengagumi setiap selangkah demi selangkah perjuanganmu
Lebih-lebih aku melihat kasih sayang-Nya terhadapmu yang masih mengawasimu sebagaimana mengawasi seorang bayi yang belajar merangkak—terus gagal tapi diam-diam menyimpan kebanggaan atas setiap usahamu
Kamu sudah berjalan sejauh ini
Silakan mengeluh, silakan memaki, silakan menggerutu, silakan mengutuk!
Akuilah bahwa kau memang manusia lemah yang tidak bisa menanggung semua beban sendiri!
Akuilah di hadapan-Nya kalau kau hendak menyerah!
Salahmu sendiri, bebanmu tidak kau bagi-bagi kepada-Nya!
Sudah tahu lemah, masih sering sok kuat dengan menanggung semuanya sendiri
Padahal Dia memang sedang menunggumu menyerahkan bagian-Nya!
Tabahlah sebentar lagi, sebentar lagi
Hanya sampai mati
Kalau esok kamu mati,
Maka hanya sampai esok perjuanganmu segera berakhir
Sebentar lagi, bukan?
Aku senang mendengar kabar bahwa kamu mengeluh
Setidaknya aku bisa memandangmu sebagaimana manusia seperti aku
Setidaknya aku tidak lagi berekspektasi berlebihan, salah sangka bahwa kamu ini seperti malaikat yang selalu taat
Padahal apa spesialnya malaikat yang selalu taat? Toh mereka memang tidak punya hawa nafsu sepertimu. Mereka memang diciptakan untuk selalu taat
Kamu bisa lebih mulia dari malaikat!
Kamu punya emosi dan keinginan, tapi kamu masih berada di jalan ketaatan
Bukankah itu hebat?
“tapi aku bukan orang yang selalu taat,” katamu
Dan aku semakin kagum, kamu berbicara seperti itu saja aku sudah bisa melihat kasih sayang-Nya yang masih mau menunjukkan keberadaan iman dalam hatimu
Lihat! orang tukang mengeluh sepertimu saja masih dibelai-Nya dengan membuat jiwaku yang masih bisa merasakan setitik keimananmu
Meski mengeluh, jangan pernah menyesal telah menjadi orang baik!
“tapi aku bukan orang baik,” katamu
Kupikir, menjadi sok baik lebih baik daripada menjadi sok jahat
Maka meski kau sering merasa munafik, pura-pura semangat bertahan di rutinitas itu, jangan pernah berhenti berusaha menjadi orang baik
Sebentar lagi, kubilang sebentar lagi
Tabahlah sebentar lagi
Untuk orang-orang tabah yang masih merangkak payah meski bilang sudah menyerah,
Aku tahu jiwamu berkata lelah, tapi tanggungjawabmu yang membuatmu tetap melangkah
Berulang kali kamu berkata tidak sanggup dan tidak tahu harus bagaimana lagi, sedang sekelilingmu masih memercayai bahwa kamu mampu
Dan kamu tidak tahu bagaimana lagi menjelaskan kepada mereka bahwa kamu tidak mampu lagi, sedang sekelilingmu masih juga keukeuh percaya bahwa kamu masih mampu
Maka kamu memilih pura-pura mampu meski harus sambil merangkak,
Bukankah merangkak juga sebuah kemampuan yang luar biasa bagi yang sudah tidak bisa berjalan?
Dan aku mengagumi cara merangkakmu yang payah tapi enggan henti,
Kamu tidak punya pilihan selain sabar, meski kau sering bilang, “aku terpaksa bertahan”
Padahal kau tahu?
Dalam keadaan terpaksa sekalipun, kamu tetaplah menjadi orang-orang ikhlas selama kau berada di jalan-Nya
Sebagaimana mukhlisiina lahuddiin
Orang-orang ikhlas adalah orang-orang yang tetap di jalan-Nya meski dalam keadaan terpaksa
Dan aku mengagumi setiap selangkah demi selangkah perjuanganmu
Lebih-lebih aku melihat kasih sayang-Nya terhadapmu yang masih mengawasimu sebagaimana mengawasi seorang bayi yang belajar merangkak—terus gagal tapi diam-diam menyimpan kebanggaan atas setiap usahamu
Kamu sudah berjalan sejauh ini
Silakan mengeluh, silakan memaki, silakan menggerutu, silakan mengutuk!
Akuilah bahwa kau memang manusia lemah yang tidak bisa menanggung semua beban sendiri!
Akuilah di hadapan-Nya kalau kau hendak menyerah!
Salahmu sendiri, bebanmu tidak kau bagi-bagi kepada-Nya!
Sudah tahu lemah, masih sering sok kuat dengan menanggung semuanya sendiri
Padahal Dia memang sedang menunggumu menyerahkan bagian-Nya!
Tabahlah sebentar lagi, sebentar lagi
Hanya sampai mati
Kalau esok kamu mati,
Maka hanya sampai esok perjuanganmu segera berakhir
Sebentar lagi, bukan?
Komentar
Posting Komentar