Teruntuk seseorang yang sering tidak sengaja kusemogakan.
Aku telah bertemu dengan banyak orang selama 21 tahun terakhir. Aku bertemu dengan berbagai karakter manusia, baik pria maupun wanita. Di setiap perjumpaan aku dengan mereka, aku menemukan potongan-potongan dirimu yang kusemogakan. Aku ingin menjumpai jodoh seperti ini, seperti itu, seperti begini, seperti begitu. Tapi di antara semua premis yang kubuat mengenai kamu yang kudambakan, aku menarik satu benang kesimpulan. Ketika aku bertemu denganmu nanti, aku pasti sudah lupa dengan kriteria dirimu yang pernah kusemogakan. Karena semua semogaku tentangmu, telah menguap dibawa udara menembus langit tertinggi dan diterima di singgasana-Nya. Penerimaan semogaku di singgasana-Nya yang akan menjadikan doaku menjadi ingatan yang kulupakan dan kenyataan indah yang tidak terperikan.
Aku tahu kamu pastilah juga telah menjumpai berbagai karakter manusia yang membuatmu takjub. Aku mengira-ngira, adakah kamu juga selalu mendapati potongan-potongan aku dalam setiap perjalananmu bertemu dengan berbagai karakter itu? Aku harap setiap potongan yang kujumpai dan kaujumpai suatu saat bisa menjadi kisah puzzle yang utuh dengan lukisan yang lebih indah dari yang pernah kita bayangkan.
Teruntuk seseorang yang sering tidak sengaja kuingat di setiap ujung harapan.
Dua puluh satu tahun terakhir aku telah melalui berbagai perjalanan hidup yang sempurna dengan tragedi maupun keajaibannya. Aku melalui semuanya seolah-olah sendiri padahal aku selalu dibantu oleh-Nya dalam melalui perjalanan tragedi menjadi keajaiban itu. Aku melalui semuanya seolah-olah sendiri padahal aku sedang berjuang bersamamu dengan perjuangan yang sama namun dengan judul dan tempat yang berbeda. Aku luput dari kenyataan bahwa aku tidak pernah sendiri.
Sayang. Ah, bolehkah mulai bait ini kupanggilmu sayang sebelum kutemukan namamu kelak?
Sayang. Aku tidak pernah tahu apa saja yang telah menimpamu dan perjalanan getir apa yang telah mendidikmu sehingga membentukmu menjadi karakter yang aku impikan. Ah, mengenai karakter yang aku impikan, kamu tidak perlu bersusah mencari tahu mauku dan aku tidak perlu bersusah payah menjelaskan kepadamu, bukan? Selama aku dan kamu memiliki satu prinsip tauhid dan mencontoh teladan nabi kita. Karena kita yakin lelaki yang baik untuk perempuan yang baik dengan karakter yang akan saling melengkapi. Kita yakin menikah adalah melengkapi separuh agama. Maka hari ini aku barulah separuh tanpamu.
Sayang. Aku juga tidak pernah tahu masa lalu dan dosa apa yang telah kamu perbuat. Aku tidak tahu bagaimana ke depannya bila kita harus hidup bersama menanggung beban dosa masing-masing. Begitu pun kamu yang tidak pernah tahu masa lalu terburukku. Kelak, ketika kita saling menemukan, hal pertama yang ingin aku minta darimu bukanlah mencicil kontrakan rumah atau mencicil mobil mewah. Aku hanya meminta kita berjuang bersama mencicil dosa yang harus kita tebus dengan setiap langkah ibadah. Meskipun tentu saja surga yang kita tuju bukan karena telah lunasnya ‘cicilan’ kita suatu saat nanti, melainkan karena rahmat dan kasih sayang-Nya terhadap kita yang telah berpahala sekadar saling mencintai.
Sayang. Kau tahu? Aku telah bertahan dari berbagai omongan yang mengganggu telinga dan hatiku. Mereka bilang perempuan sepertiku yang terlalu tertutup akan sulit dapat jodoh, bahkan mereka menuduh kulit atau tubuhku yang ada di balik jilbabku ini penuh kecacatan sehingga aku malu menampakkannya. Mereka berusaha keras membuat aku putus asa dan kembali menjadi perempuan kebanyakan yang berlomba-lomba memamerkan keindahannya. Padahal kau tahu? Aku sedang menunggu. Aku menyimpan semua yang terbaik yang aku miliki hanya untukmu. Aku belajar menjadi perempuan paling romantis yang menyerahkan segala yang terbaik yang kumiliki hanya untukmu, bukan untuk konsumsi umum. Ah, sayang, ini bukanlah aku yang romantis. Ini Allah yang Maha Romantis yang selalu mengajariku, mendidikku perlahan-lahan dengan pemeliharaan paling mengagumkan.
Sayang. Kutegaskan sekali lagi aku bukanlah orang sempurna yang tanpa cacat. Tapi aku selalu ingin berusaha mengenalkan kepadamu betapa sempurnanya Dia yang telah dengan sempurnanya menyimpan aibku. Aku juga tahu bila suatu saat kita bersama, bukan berarti segalanya akan selalu berjalan baik-baik saja. Tapi aku mau dengan perjalanan tidak baik-baik saja itu menjadikan kita pribadi yang selalu mengenal diri bahwa kita memanglah selalu tidak baik-baik saja tanpa pertolongan-Nya.
Sayang. Ketika kamu jatuh hati, kamu sungguh tidak memiliki kuasa apapun atas hatimu. Aku tahu, berulangkali kamu merasa ingin menuntut pertanggungjawaban atas perasaan yang sulit kaukendalikan. Maka dari pengalaman pengulangan perasaan yang sering tidak bisa kita kendalikan tersebut, seharusnya kita belajar bahwa perasaan kita bukanlah milik kita. Maka ikatlah aku sebelum kau mencintaiku. Karena aku percaya janji-Nya yang akan selalu menumbuhkan cinta bagi sepasang kekasih yang ingin saling mengenal karena-Nya. Dan ketika kamu mengikatku, aku tetaplah bukan milikmu dan kamu juga bukan milikku. Maka jangan pernah berlebihan dalam mencintaiku. Ikatlah aku sewajarnya dan lepaslah aku bila memang sudah saatnya aku kembali kepada pemilikku.
Sayang, aku sudah mencarimu jauh sebelum aku tahu apa yang aku cari. Aku sudah memimpikanmu jauh sebelum kamu hadir dalam hidupku. Aku sudah merindukanmu jauh sebelum jarak diciptakan. Aku sudah mencintaimu bahkan sebelum aku tahu kepada nama yang mana seharusnya aku mencinta.
Tapi, entahlah sayang, baik engkau mencari atau tidak mencariku saat ini, Izroil tetap diam-diam mengiringiku. Dialah jodoh yang paling pasti untukku. Dialah jodoh yang tidak pernah ragu untuk menjemputku ketika aku memang telah dipanggil-Nya, sedang kamu mungkin seringkali ragu untuk melangkah maju hanya karena alasan belum mencintaiku sepenuhnya. Ah, baik kamu atau ajal duluan yang menjemputku, keduanya sama-sama kukagumi dalam diam. Meskipun ia akan ‘menyakitiku’, setidaknya ia tidak pernah ingkar terhadap perintah-Nya. Begitu juga dengan kamu. Baik kamu atau ajal duluan yang menjemputku, keduanya sama-sama kunantikan selama aku bisa sampai kepada-Nya.
Komentar
Posting Komentar